Persipura Gagal Jadi Runner-up Liga 1 2019, Begini Komentar Jacksen F Thiago

Persipura Jayapura gagal mengakhiri kompetisi Liga 1 2019 di posisi kedua. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu gagal memanfaatkan kesempatan untuk menjadi runner-up setelah di laga terakhir hanya mampu meraih hasil imbang.

Persipura pun harus finish di posisi ketiga dengan raihan total 53 poin dari 34 pertandingan. Persipura berjarak satu poin dari Persebaya Surabaya di urutan kedua dan unggul satu angka dari Bhayangkara FC di posisi keempat. Sementara itu posisi teratas ditempati Bali United dengan tabungan total 64 poin dari 34 laga yang dijalani.

Pelatih Persipura, Jacksen F Thiago, mengatakan hasil tersebut patut disyukuri. Masuk lima besar sudah menjadi prestasi tersendiri bagi Persipura. Pasalnya di awal musim tim tersebut sempat mengalami kesulitan yang berujung pada pemecatan pelatih. Sejak ditangani Jacksen, Persipura mampu lepas dari tantangan hingga akhirnya bisa finish di lima besar.

“Puji Tuhan, kami bisa finis di posisi lima besar musim ini. Semua berkat kerja keras manajemen, tim pelatih, dan pemain. Saya memang belum resmi jadi pelatih Persipura musim depan,” beber Jacksen.

Lebih lanjut pemain berdarah Brasil itu mengatakan dirinya sudah berbicara dengan pihak manajemen terkait rencana selanjutnya, termasuk soal persiapan untuk menghadapi musim baru.

“Saya dan manajemen telah ada pembicaraan. Jadi, kami tinggal mencari kesepakatan. Saya juga sudah diskusi dengan pengurus soal tim Persipura musim depan,” sambungnya.

Jacksen yang sudah malang melintang menangani sejumlah klub Liga 1 mengatakan dirinya sudah meminta kepada manajemen untuk memberikan libur satu bulan kepada para pemain. Ia pun akan memanfaatkan kesempatan itu untuk pulang ke tempat kelahirannya.

“Saya minta ke manajemen agar pemain libur selama sebulan. Saya akan pulang ke Brasil. Pemain juga berkumpul dengan keluarganya. Setelah itu, kita akan kumpul lagi dengan suasana baru untuk latihan persiapan Liga 1 2020. Saya kira satu bulan cukup untuk istirahat. Karena Liga 1 2020 akan dimulai 1 Maret,” lanjutnya.

Ketika berbicara tentang skuad musim depan, Jacksen enggan berbicara banyak. Ia masih memilih untuk rileks sejenak. Meski begitu saat libur dirinya akan tetap menyempatkan diri untuk berpikir tentang timnya di musim depan.

“Itu nanti dulu. Saya mau istirahat dulu. Tapi saat libur itu, saya tetap memikirkan bagaimana skuat Persipura nanti. Tunggu saja,” beber.

“Beberapa musim lalu, Persiba dan Persija pernah jadi musafir. Tapi mereka tak bisa berprestasi seperti kami. Dengan kendala nonteknis main kandang di luar Papua, saya sangat bersyukur dengan hasil akhir tahun ini,” lanjutnya.

 

 

 

Pekan ke-28 Liga 1: Laga Hidup Mati Penghuni Dasar Klasemen, Semen Padang Vs Kalteng Putra

Selain pertandingan antara tim-tim papan atas, pekan ke-28 Liga 1 juga akan menjadi medan pertarungan bagi tim-tim papan bawah untuk keluar dari zona degradasi. Pertandingan antara Semen Padang kontra Kalteng Putra bakal menarik ditonton karena kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk menjaga asa tetap bertahan di Liga 1 musim depan.

Saat ini Semen Padang berada di urutan terbawah dengan tabungan total 24 poin dari 27 laga. Semen Padang bernasib tak jauh berbeda dengan Kalteng Putra yang berada satu strip di atasnya. Kedua tim hanya dipisahkan jarak dua poin. Semen Padang masih berjarak empat poin dari Persela Lamongan di posisi aman.

Duel antara kedua tim penghuni dasar klasemen ini akan digelar di kandang Semen Padang di Stadion H.Agus Salim, Padang, pada Kamis, 21 November 2019 malam WIB.

Sebagai tuan rumah Semen Padang terus menjaga asa untuk meraih poin sempurna. Tujuannya agar mereka bisa memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara.

Pentingnya laga ini diakui oleh gelandang Semen Padang, Yoo Hyun Goo. Pemain asal Korea Selatan itu bahkan menyebut laga tersebut sebagai pertarungan hidup-mati.

“Terutama bagi kami, pertandingan ini sangat penting. Bukan pertandingan biasa, tapi seperti final. Pertandingan paling penting dan final,” beber Yoo.

Bek M. Rifqi mengaku timnya akan terus berjuang untuk meraih kemenangan demi kemenangan. Bukan tidak mungkin mereka akan membuat kejutan seperti saat mengalahkan Persija Jakarta pada 16 Oktober 2019 lalu.

“Peluang kita bertahan di liga 1 masih ada. Kita akan fight di setiap laga baik kandang maupun tandang. Tekad kita sama sejak kedatangan Eduardo, kita harus mampu meraih poin di setiap laga,” ungkap M. Rifqi.

Pertandingan lain yang bakal menarik perhatian adalah pertemuan antara Arema FC kontra Persija Jakarta pada Sabtu, 23 November 2019. Sementara itu PSM Makassar akan berduel dengan pemuncak klasemen sementara, Bali United.

Pada Minggu, 24 November 2019 akan berlangsung pertarungan antara Persipura Jayapura menghadapi Persebaya Surabaya.

Berikut Jadwal Lengkap Liga 1 Pekan ke-28:

Rabu, 20 November 2019

Persela Lamongan vs Badak Lampung FC | Pkl 15:30 WIB
PSS Sleman vs Borneo FC | Pkl 18:15 WIB

Kamis, 21 November 2019

Semen Padang vs Kalteng Putra | Pkl 19:00 WIB

Jumat, 22 November 2019

Tira Persikabo vs PSIS Semarang | Pkl 15:30 WIB
Madura United FC vs Bhayangkara FC | Pkl 18:30 WIB

Sabtu, 23 November 2019

Arema FC vs Persija Jakarta | Pkl 15:30 WIB
PSM Makassar vs Bali United | Pkl 18:30 WIB

Minggu, 24 November 2019

Persib Bandung vs Barito Putera | Pkl 15:30 WIB
Persipura Jayapura vs Persebaya Surabaya | Pkl 18:30 WIB

Kalah Telak di Kandang PSM, Persipura Gagal Dekati Bali United

Persipura Jayapura memetik pil pahit di laga tunda Liga 1 2019. Bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar pada Senin, 18 November 2019, skuad Mutiara Hitam menyerah dengan skor telak 0-4.

Empat gol tuan rumah dicetak oleh Ezra Walian di menit ke-12, Rizky Eka di menit ke-34, Amido Balde di menit ke-45+2, dan Ferdinand Sinaga di menit ke-90+3.

Kekalahan ini membuat Persipura gagal mendekati Bali United di urutan teratas. Perolehan poin Persipura tertahan di angka 44. Meski tetap mengamankan posisi kedua, Persipura tidaklah aman karena mereka hanya unggul selisih gol dari peringkat ketiga, Madura United.

Sementara itu tambahan tiga poin dari laga kandang ini sangat berarti bagi PSM. Tim tersebut pun naik ke peringkat kedelapan dengan tabungan total 39 poin dari 27 pertandingan yang telah dijalani.

Persipura dan PSM tampil dengan formasi terbaik. Namun Persipura tidak diperkuat sang kapten sekaligus andalan di lini depan, Boaz Solossa. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah.

Tekanan yang diberikan sejak menit awal terbukti efektif. Tuan rumah mampu mencuri gol cepat di menit ke-12 dan menambah dua gol lagi untuk mencatatkan keunggulan tiga gol di paruh pertama.

Persipura berusaha bangkit di babak kedua. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil. Tuan rumah justru mampu menambah gol di penghujung laga. Ferdinand Sinaga berhasil mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menutup pesta gol tuan rumah.

Pelatih Persipura, Jecksen F Thiago membeberkan alasan kekalahan telak timnya. Menurut pelatih berdarah Brasil itu, dua gol awal terjadi karena kesalahan timnya. Timnya kurang berkonsentrasi sehingga mampu dimanfaatkan oleh lawan.

“Dua gol PSM itu semuanya berawal dari lemparan ke dalam. Saya sebenarnya sudah menyiapkan cara untuk mengatasinya. Tapi, tidak berjalan sesuai rencana,” beber Jacksen.

“PSM berhasil memanfaatkan situasi ini dengan mendapatkan dua gol tambahan lewat serangan balik,” sambungnya.

Tampil tanpa Boaz juga berpengaruh pada penampilan timnya. Kehadiran Boaz, menurut Jacksen, sedikit banyak membuat tuan rumah lebih waspada.

“Memang kami sering bermain tanpa Boaz. Tapi, menghadapi tim besar seperti PSM jelas berbeda. Mungkin kalau Boaz main, PSM bermain lebih waspada,” tegas mantan pelatih Barito Putera itu.

Susunan pemain PSM Makassar versus Persipura Jayapura:

PSM Makassar: 20-Rivky Mokodompit; 32-Beny Wahyudi, 2-Aaron Evans, 16-Munhar, 26-Taufik Hidayat; 19-Rizky Pellu, 17-Rasyid Bakri (48-M Arfan 66′), 24-Rizky Eka Pratama, 10-Marc Klok; 90-Amido Balde (6-Ferdinand Sinaga 83′), 30-Ezra Walian (11-M Rahmat 78′).

Pelatih: Darije Kalezic.

Persipura Jayapura: 27-Dede Sulaiman; 44-Anis Tjoe, 4-Ricardo Salampessy (28-Israel Wamiau 37′), 3-Andre Ribeiro, 21-Yustinus Pae; 32-Muhammad Tahir (7-Ronaldo Wanma 60′), 8-Oh In-kyun, 13-Ian Louis Kabes, 46-Todd Rivaldo Ferre; 33-Gunansar Mandowen, 25-Titus Bonai.

Pelatih: Jacksen F Tiago

Persija Menangi Derbi Kontra PS Tira, Perlahan-lahan Tinggalkan Zona Merah

Persija Jakarta sukses memetik kemenangan dalam lanjutan pretandingan Liga 1 2019. Menghadapi PS Tira-Persikabo, skuad Macan Kemayoran menang dua gol tanpa balas pada pertandingan yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu, 3 November 2019.

Sepasang gol tim ibu kota dicetak oleh Alexandre Luiz Reame di menit ke-52 dan Marko Simic di menit ke-72. Tambahan tiga poin membuat Persija perlahan meninggalkan zona degradasi. Tim tersebut mengemas total 27 poin dari 24 laga dan menempati posisi ke-14. Persija berjarak tiga poin dari Persela Lamongan.

Sementara itu kekalahan ini membuat PS Tira gagal memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara. Perolehan poin tim tersebut tertahan di angka 37 dari 26 poin dan berada di urutan ketujuh. PS Tira gagal menyalip Arema FC dan PSS Sleman di urutan kelima.

Persija dan PS Tira menampilkan permainan atraktif. Kedua tim berusaha mencari peluang sejak menit awal. Namun hingga babak pertama berakhir skor tetap kaca mata.

Persija mampu memecah kebuntuan di awal babak kedua. Pemain bertahan Alexandre Luiz sukses mencatatkan namanya di papan skor. Marko Simic turut mencetak gol sekaligus mengunci kemenangan timnya.

“Pertandingan yang sangat menarik hari ini. Tira-Persikabo bukan tim lemah, serta kami mengubah 3-4 pemain di tim. Hal itu karena kami memiliki lebih dari empat laga selama kurang dari satu bulan ini,” ungkap Edson Araujo Tavares usai pertandingan.

Lebih lanjut pelatih Persija Jakarta itu mengatakan kemenangan di laga ini menjadi modal penting bagi timnya untuk menghadapi laga selanjutnya. Persija akan melawat ke markas Semen Padang dan akan menghadapi pertandingan lanjutan tiga hari kemudian.

“Lusa kami akan berangkat ke Padang, selanjutnya tiga hari lagi ada pertandingan lainnya, serta tiga hari berikutnya main game lagi,” lanjutnya.

Pelatih yang baru saja menempati posisi tersebut mengaku laga tersebut tidaklah mudah. PS Tira adalah lawan yang kuat sehingga timnya cukup kerepotan mencetak gol. Namun secara keseluruhan ia puas dengan performa timnya.

“Pertandingan ini sangat luar biasa karena tim bermain baik, apalagi kami mengubah tiga hingga empat pemain karena kami punya empat partai kurang dari satu bulan. Saya puas dengan performa pemain hari ini,” sambungnya.

Susunan pemain Persija versus PS Tira:

Persija Jakarta: 26-Andritany Ardhiyasa (PG), 2-Alexandre Luiz Reame, 19-Fachrudin Wahyudi Aryanto, 4-Ryuji Utomo, 16-Tony Sucipto, 18-Joan Tomas Campasol (25-Riko Simanjuntak 51′), 11-Novri Setiawan, 99-Rachmad Hidayat (28-M. Rezaldi Hehanussa 78′), 32-Rohit Chand (45-Sandi Darman Sute 33′), 94-Heri Susanto, 9-Marko Simic.

Pelatih: Edson Araujo Tavares

PS Tira-Persikabo: 1-Angga Saputro, 19-Khurshed Beknazarov, 17-Mountala Zoubairou Garba, 3-Muhammad Abduh Lestaluhu, 12-Muhammad Rifad Marasabessy, 77-Ciro Alves, 10-Muhammad Guntur Triaji, 11-Osas Saha (89-Sansan Fauji Husaeni 69′), 6-Parfait Louis Essengue (8-Rezky Ikhwan 89′), 68-Roni Sugeng Ariyanto (95-Prisca Elisa Womsiwor 80′), 23. Wawan Febriyanto.

Pelatih: Rahmad Darmawan