Ronaldo Cetak Gol, Juventus Bekuk Parma di Pekan ke-20 Serie A

Juventus sukses memetik poin sempurna di pekan ke-20 Serie A Italia. Bermain di kandang sendiri di Stadion Allianz, Minggu, 19 Januari 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB, Nyonya Tua sukses membungkam tamunya Parma dengan skor 2-1.

Cristiano Ronaldo ikut andil dalam kemenangan Juventus dengan mencetak dwigol di menit ke-43 dan 59. Sementara itu gol tunggal tim tamu dicetak oleh Andreas Cornelius.

Kemenangan ini membuat Juventus berhak atas tiga poin dan semakin menjauh dari kejaran Inter Milan di urutan kedua. Juventus mengemas total 51 poin dari 20 pertandingan, unggul empat angka dari Internazionale Milan.

Sementara itu Parma tertahan di posisi ketujuh dengan raihan total 28 poin dari 20 laga. Parma tertinggal tujuh poin dari Atalanta di urutan kelima.

Juventus yang bermain di kandang sendiri mampu menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola tuan rumah mencapai lebih dari 65 persen. Namun tidak mudah bagi tuan rumah untuk mencetak gol.

Juventus baru bisa memecah kebuntuan jelang babak pertama berakhir. Ronaldo sukses melepaskan tembakan kaki kanan yang tak mampu digagalkan Luigi Sepe. Di awal babak kedua, tim tamu sukses memaksa kedudukan menjadi imbang.

Ronaldo kembali menjadi momok. Empat menit setelah skor imbang, pemain internasional Portugal itu kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini sekaligus menjadi pembeda di laga tersebut.

Usai pertandingan Ronaldo angkat bicara. Ia tak ambil pusing dengan catatan yang ditorehkannya. Baginya yang terpenting adalah kemenangan bagi timnya.

“Yang penting adalah kemenangan malam ini. Lazio menang, Inter seri, dan kami tidak dapat tidak mengambil keuntungan dari kesempatan penting,” beber Ronaldo.

Lebih lanjut Ronaldo mengatakan tidak mudah bagi mereka meraih kemenangan di laga itu. Ia menyebut Parma tampil baik dan memaksa mereka harus bekerja keras.

“Tadi itu adalah pertandingan yang sulit, karena Parma adalah tim yang sangat bagus yang membuat kami kesulitan. Aku senang membantu tim dengan mencetak dua gol, tapi yang penting selalu tiga poin pada akhirnya,” sambung mantan pemain Real Madrid itu.

Susunan pemain Juventus versus Parma:

Juventus (4-3-1-2): 1-Wojciech Szczesny; 19-Leonardo Bonucci, 12-Alex Sandro, 4-Matthijs De Ligt, 16-Juan Cuadrado; 14-Blaise Matuidi, 5-Miralem Pjanic, 25-Adrien Rabiot; 8-Aaron Ramsey; 7- Cristiano Ronaldo, 10-Paulo Dybala.

Pelatih: Maurizio Sarri

Parma (4-3-3): 1-Luigi Sepe; 22-Bruno Alves, 36-Matteo Darmian, 2-Simone Iacoponi, 28-Riccardo Gagliolo; 33-Juraj Kucka, 10-Hernani, 21-Matteo Scozzarella; 19-Jasmin Kurtic, 44-Dejan Kulusevski, 9-Roberto Inglese.

Pelatih: Roberto D’Aversa

Conte Sebut Laga Kontra Roma sebagai Duel Bergengsi

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte menyebut pertandingan antara timnya menghadapi AS Roma sebagai duel bergengsi. Kedua tim bertemu di pekan ke-15 Serie A Italia di kandang Internazionale Milan di Stadion Giuseppe Meazza pada akhir pekan lalu.

Menurut Conte, kedua tim sama-sama memiliki amunisi yang mumpuni. Selain itu kedua tim dikenal memiliki sejarah sepak bola yang kuat di Italia. Ditambah lagi performa kedua tim sedang dalam tren positif. Hal ini membuat pertandingan tersebut sangat bergengsi.

“Kami siap menjamu Roma yang sedang berada dalam performa terbaik. Ini akan menjadi pertandingan bergengsi. Kami mempersiapkan diri dengan cara yang tepat. Kami harus menerima berbagai tekanan, namun kami juga harus siap untuk terus berjuang dan memaksimalkan kesempatan yang dimiliki,” tandas Conte.

Kubu Inter Milan mengaku siap menjamu Serigala Roma yang sedang dalam tren positif. Hal ini ditegaskan oleh pelatih Nerrazzuri, Antonio Conte. Menurut Conte laga ini akan berjalan menarik dan mereka akan siap menghadapi tekanan Roma.

Lebih lanjut mantan pelatih Chelsea itu mengatakan pihaknya tidak ingin kehilangan kesempatan di laga ini. Conte ingin timnya terus menjaga tren bagus sejak musim ini dumulai.

“Kami telah berjuang keras sejak awal musim, jika kami ingin melanjutkan hal ini maka kami harus meningkatkan usaha kami, kami tidak boleh melakukan apapun dengan setengah hati,” sambungnya.

Head to head kedua tim:

21-04-2019 Inter 1-1 Roma (Serie A)

03-12-2018 Roma 2-2 Inter (Serie A)

22-01-2018 Inter 1-1 Roma (Serie A)

27-08-2017 Roma 1-3 Inter (Serie A)

27-02-2017 Inter 1-3 Roma (Serie A)

5 Pertandingan Terakhir Inter Milan:

06-11-2019 Dortmund 3-2 Inter (UCL)

10-11-2019 Inter 2-1 Verona (Serie A)

24-11-2019 Torino 0-3 Inter (Serie A)

28-11-2019 Slavia 1-3 Inter (UCL)

01-12-2019 Inter 2-1 SPAL (Serie A)

5 Pertandingan Terakhir AS Roma:

08-11-2019 Gladbach 2-1 Roma (UEL)

11-11-2019 Parma 2-0 Roma (Serie A)

24-11-2019 Roma 3-0 Brescia (Serie A)

29-11-2019 Basaksehir 0-3 Roma (UEL)

02-12-2019 Verona 1-3 Roma (Serie A)

Perkiraan Starting Line-up Inter Milan versus AS Roma:

Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic; Diego Godin, Stefan De Vrij, Milan Skriniar; Antonio Candreva, Matias Vecino, Borja Valero, Marcelo Brozovic, Cristiano Biraghi; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte.

AS Roma (4-2-3-1): Pau Lopez; Leonardo Spinazzola, Gianluca Mancini, Chris Smalling, Aleksandar Kolarov; Jordan Veretout, Amadou Diawara; Nicolo Zaniolo, Lorenzo Pellegrini, Henrikh Mkhitaryan; Edin Dzeko.

Pelatih: Paulo Fonseca.

 

Pesta Tiga Gol ke Gawang Torino, Inter Tempel Ketat Juventus di Puncak Serie A

Inter Milan sukses memetik poin sempurna di pekan ke-13 Serie A Italia. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Olimpiade Turin pada Sabtu, 23 November 2019 waktu setempat atau Minggu dini hari WIB, Internazionale Milan sukses membungkam tuan rumah Torino tiga gol tanpa balas.

Trigol tim tamu dicetak oleh tiga pemain berbeda yakni Lautaro Martinez di menit ke-12, Stefan de Vrij di menit ke-32, dan Romelu Lukaku di menit ke-54.

Kemenangan ini sangat penting bagi Inter. Tambahan tiga poin membuat klub tersebut tetap menjaga jarak dengan Juventus di puncak klasemen. Inter Milan kini mengemas total 34 poin, hanya berjarak satu angka dari Nyonya Tua di urutan teratas. Sementara itu kekalahan ini membuat Torino gagal memperbaiki posisi di tabel klasemen. Torino tertahan di urutan ke-12 dengan tabungan 14 poin dari 13 laga yang telah dilakoni.

Torino sebenarnya tampil baik di laga ini. Mereka mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun demikian tim tamu berhasil membuka keunggulan saat pertandingan memasuki menit ke-12. Berawal dari umpan Matias Vecino, Lautaro Martinez sukses menggetarkan gawang Torino.

Gol ini memacu para pemain Inter untuk terus menekan. Tim tamu pun sukses menggandakan keunggulan di menit ke-32 melalui aksi Stevan de Vrij. Gol ini terjadi berkat assist Cristiano Biraghi.

Keunggulan dua gol di babak pertama tak mengendurkan semangat tim tamu. Buktinya Inter sukses menambah gol di menit ke-55. Kali ini giliran Romelu Lukaku yang mencatatkan namanya di papan skor. Inter pun sukses mengunci kemenangan tiga gol tanpa balas.

Pelatih Inter, Antonio Conte menyambut baik hasil tersebut. Terlebih lagi mereka mampu mencatatkan clean sheet alias tak kebobolan selama 90 menit pertandingan.

“Satu yang membuat saya senang adalah nirbobol,” beber Conte.

Lebih lanjut mantan pelatih Chelsea itu mengatakan hasil ini menunjukkan baiknya lini pertahanan mereka.

“Itu adalah penampilan pertahanan yang bagus dan sangat penting, karena kami tahu bahwa kami akan membuat gol cepat atau lambat. Jika kami bisa lebih tertutup rapat di belakang, maka kami bisa dalam kondisi yang baik,” tegasnya.

Susunan pemain Torino Versus Inter Milan:

Torino (3-5-2): 39-Salvatore Sirigu; 5-Armando Izzo, 33-Nicolas Nkoulou, 36-Bremer; 29-Lorenzo De Silvestri, 8-Daniele Baselli, 7-Sasa Lukic, 23-Soualiho Meite, 15-Cristian Ansaldi; 24-Simone Verdi, 9-Andrea Belotti (11-Simone Zaza 12′)

Pelatih: Walter Mazzarri

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 6-Stefan de Vrij, 2-Diego Godin, 37-Milan Skriniar; 33-Danilo D’Ambrosio, 8-Matias Vecino, 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella (20-Borja Valero 45′), 34-Cristiano Biraghi; 9- Romelu Lukaku, 10-Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte

Takluk dari Juventus, Pelatih Milan Kecewa

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli tak kuasa menyembunyikan kekecewaan menyusul hasil negatif timnya di pekan ke-12 Serie A. Menghadapi tuan rumah Juventus di Stadion Allianz pada Minggu, 10 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB, Milan takluk satu gol tanpa balas.

“Kami setidaknya mampu mengimbangi lawan. Tetapi, jika Anda tidak mengubah peluang menjadi gol, Anda harus membayarnya,” beber Pioli usai pertandingan.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan dirinya menyangkan timnya yang harus kebobolan akibat longgarnya pertahanan.

“Kami juga kebobolan ketika seharusnya bertahan lebih ketat dengan penjagaan satu lawan satu,” tutur pelatih botak itu,” sambungnya.

Satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh Paulo Dybala di menit ke-77. Kemenangan tipis ini lebih dari cukup mengantar Juventus kembali ke puncak klasemen sementara. Juventus telah mengemas 32 poin dari 12 pertandingan, unggul satu angka dari Inter Milan di tempat kedua. Sementara itu kekalahan ini membuat Milan tak bisa memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara.

Milan terpaku di papan bawah, tepatnya di urutan ke-14 dengan tabungan total 13 poin dari 12 pertandingan. Milan hanya berjarak empat poin dari Sampdoria di zona degradasi.

“Kami belum memiliki poin sebanyak yang kami harapkan, atau sebanyak yang kami layak dapatkan belakangan ini. Tetapi, secara performa kami membaik,” beber Pioli lagi.

Pioli menyebut timnya sudah menampilkan permainan tebaik. Bahkam mereka mampu merepotkan tuan rumah. Ia pun menegaskan akan terus bekerja keras untuk mengembalikan timnya ke jalur kemenangan.
“Kami harus terus bekerja dan memperbaiki diri. Posisi kami sekarang ini tidak pantas untuk Milan dan itu yang seharusnya terus membuat kami merasa khawatir dan fokus sepanjang waktu,” lanjut Pioli

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri kemudian melakukan keputusan berani di babak kedua. Mantan pelatih Chelsea itu menarik keluar Cristiano Ronaldo dan digantikan dengan Paulo Dybala. Keputusan berani ini ternyata tepat. Dybala sukses memecah kebuntuan di menit ke-77 usai sepakan keras kaki kanan bersarang di pojok bawah gawang tim tamu. Hingga bubaran skor tak juga berubah. Tuan rumah pun berhak atas tiga poin.

Pelatih Juventus angkat bicara terkait alasan menarik keluar Ronaldo. “Kami harus berterima kasih kepada Ronaldo, karena dia sudah berkorban untuk tampil pada malam ini dalam situasi yang sulit. Dia melakukan segala hal yang mungkin dilakukan, tetapi saya lihat dia tidak fit, dan saya kira keputusan terbaik adalah menariknya keluar,” beber Sarri.

“Selama sebulan terakhir, dia memiliki masalah di lutut. Ia mengalami benturan saat latihan dan itu memengaruhi ligamennya,” sambung Sarri.

 

 

Hadapi Juventus, Pemain Milan: Kami Bukan Lecce

AC Milan akan menghadapi laga berat di pekan ke-12 Serie A Italia. Tidak tanggung-tanggung Rosonneri akan menghadapi Juventus. Pertandingan ini semakin berat karena berlangsung di kandang lawan di  Allianz Stadium pada Minggu, 10 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Milan tentu harus bekerja keras untuk memetik kemenangan di kandang Nyonya Tua. Saat ini performa kedua tim seakan bertolak belakang. Milan terpuruk di papan bawah, tepatnya di posisi ke-13 dengan tabungan 13 poin dari 11 pertandingan.

Meski begitu salah satu pemain Milan, Ismael Bennacer optimis timnya mampu membuat kejutan di pertandingan itu. Hal ini berangkat dari pengalaman pertandingan sebelumnya di mana Juventus direpotkan Lecce dengan skor akhir 2-2.

“Kami adalah Milan dan bukan Lecce. Juventus dan Lecce bermain imbang, sehingga kami tentu bisa menang. Kami hanya perlu mengusung semangat yang tepat,” beber Bennacer.

Lebih lanjut pemain asal Aljazair itu mengatakan Milan merupakan tim dengan sejarah yang kuat. Mereka yakin akan tampil maksimal di kandang Juventus.

“Milan adalah klub dengan sejarah yang hebat dan kami harus berjuang keras, terutama untuk para suporter. Saat ini kami berada dalam situasi sulit, tapi tugas kami adalah bekerja keras dan terus optimistis,” lanjutnya.

Saat ini Juventus berstatus runner-up klasemen sementara dengan raihan total 29 poin dari 11 pertandingan. Bianconeri tertinggal dua poin dari Inter Milan yang baru saja menguasai posisi teratas usai memetik kemenangan di laga ke-12

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Senin, 11 November 2019:

LA LIGA

00:30 WIB – Getafe vs Osasuna – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Real Betis vs Sevilla – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Parma vs AS Roma – RCTI, beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Juventus vs AC Milan – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Freiburg vs Eintracht Frankfurt – Fox Sports (Live)

FIFA WORLD CUP U-17

02:30 WIB – Belanda vs Paraguay – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Korea Selatan vs Meksiko – Mola TV (Live)

CAF AFRICA CUP OF NATIONS U-23

22:00 WIB – Mali vs Kamerun – beIN Sports 2 (Live)

SHOPEE LIGA 1

15:30 WIB – Persija Jakarta vs Borneo FC – Indosiar (Live)
18:30 WIB – Persipura Jayapura vs Bali United – O Channel (Live)

 

Jadwal Pertandingan Jumat, 1 November: Milan Vs SPAL

AC Milan akan menjalani laga penting di pekan ke-10 Serie A Italia pada Jumat, 01 November 2019 dini hari WIB. Rossoneri akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu SPAL di Stadion San Siro. Pertandingan ini penting bagi Milan untuk kembali ke jalur kemenangan setelah mengalami masa-masa sulit selama ini.

Saat ini Milan berada di papan bawah. Sementara SPAL menghuni zona degradasi. Namun Milan tidak boleh jemawa karena tim promosi tersebut berpeluang membuat kejutan.

Pelatih Milan, Stefano Pioli yang baru saja menduduki posisi tersebut angkat bicara terkait situasi timnya saat ini. Menurut mantan pelatih Inter Milan itu, dirinya sangat realistis dengan situasi timnya. Pioli sendiri belum meraih kemenangan sejak menangani Milan. Dua laga sebelumnya berakhir dengan satu hasil seri dan satu kekalahan. Hasil seri diperoleh saat menghadapi Lecce dan tak bisa berbuat banyak saat menghadapi AS Roma.

“Kami harus realistis dan mengakui ini bukan momen positif bagi kami. Tetapi, kami bisa lebih baik dari yang kami perlihatkan pada hari Minggu lalu melawan Roma,” beber Pioli.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan pihaknya terus berupaya untuk lepas dari situasi ini. Meski timnya bukan yang terbaik namun ia yakin mereka bisa menampilkan performa terbaik.

“Kami mungkin bukan tim terbaik dalam kualitas pemain, tetapi setidaknya kami ingin menjadi yang terbaik dalam hal semangat dan tekad,” lanjutnya.

“Saya mengharapkan lebih, tentu. Dalam dua pertandingan kami gagal meraih kemenangan. Kami membuat kesalahan namun ini sangat disayangkan dilakukan oleh klub dengan status seperti kami,” lanjutnya mengomentari laga kontra Roma.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Jumat, 1 November:

LA LIGA

01:00 WIB – Eibar vs Villarreal – beIN Sports 1 (Live)
01:00 WIB – Real Mallorca vs Osasuna – beIN Sports 2 (Live)
03:15 WIB – Getafe vs Granada – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

03:00 WIB – AC Milan vs SPAL – beIN Sports 2 (Live)

FIFA WORLD CUP U-17

03:00 WIB – Kepulauan Solomon vs Paraguay – Mola TV (Live)
03:00 WIB – Spanyol vs Tajikistan – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Kamerun vs Argentina – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Meksiko vs Italia – Mola TV (Live)

A-LEAGUE

15:30 WIB – Sydney FC vs Newcastle Jets – beIN Sports 2 (Live)

INDIAN SUPER LEAGUE

21:00 WIB – NorthEast United vs Goa – Fox Sports 2 (Live)

SHOPEE LIGA 1

15:30 WIB – Perseru Badak Lampung FC vs Arema FC – Indosiar (Live)
18:30 WIB – Kalteng Putra vs Persib Bandung – Indosiar (Live)

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring BolaMantan pemain Barcelona, Rafael Marquez membagikan cerita unik tentang Lionel Messi muda yang frustrasi saat diminta mengumpan bola. Messi ternyata sudah menunjukkan semangat kompetitif sejak masih belia, bahkan di sesi latihan. Kini, berusia 32 tahun, Messi masih bisa menjaga permainannya di level tinggi. Tidak ada rahasia khusus, La Pulga mengaku hanya berusaha menjaga tubuhnya lebih baik dan berlatih seperti biasanya. Kalimat ‘berlatih seperti biasanya’ inilah yang ternyata tidak biasa-biasa amat. Messi selalu memberikan kemampuan terbaiknya di setiap sesi latihan, tanpa mencoba menahan diri.

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Tidak ada yang meragukan kemampuan Messi menggiring bola. Melewati empat sampai lima pemain lawan adalah hal mudah bagi Messi, bahkan terkesan biasa saja. Uniknya, bukan hanya lawan yang harus menderita, pemain-pemain Barca pun demikian. Marquez membongkar cerita unik pada sesi latihan Barca beberapa tahun lalu, di era Pep Guardiola. Messi benar-benar merepotkan pemain-pemain Barca. “Kala itu ada pertandingan tujuh lawan tujuh dan Leo [Messi] ada dalam tim saya. Dia menggiring bola melewati satu pemain, dua, tiga, putar balik dan melewati mereka lagi dengan mudah,” kata Marquez kepada Fox Sports. “Dia tidak mau melepaskan bola barang sedetik. Sampai satu momen saat saya meneriaki dia: ‘Leo, lepaskan bola itu!’.

Tak disangka, Messi ternyata marah besar begitu mendengar teriakan Marquez. Sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Messi saat sedang asyik menggiring bola. Akibatnya, Guardiola sampai harus turun tangan menenangkan sang mega bintang Barcelona itu. “Dia [Messi] jadi marah besar dan bahkan mulai berteriak kepada kami dan kami pun mulai berdebat. Sampai akhirnya Pep menghentikan dia dan meminta dia lebih tenang,” lanjut Marquez. “Pep langsung mendekati Leo untuk menenangkannya karena saya lebih berpengalaman di dalam tim daripada Leo yang waktu itu masih sangat muda.”

Bagaimanapun, Marquez dan pemain-pemain Barca saat itu terbilang beruntung bisa menyaksikan langsung kebangkitan Messi. Saat itu ternyata mereka sedang melihat calon pemain terbaik di dunia.”Kami sudah mendengar tentang Leo di ruang ganti. Saat itu kami mendengar bahwa dia tampil luar biasa di Barcelona B dan bahwa dia adalah Maradona baru,” imbuh Marquez.”Rasanya spektakuler bisa melihat dia berkembang dari jarak yang sangat dekat,” tutupnya.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir KarirnyaLionel messi akhirnya angkat bicara terkait situasi kontraknya di barcelona. Pesepakbola asal argentina itu sudah berjanji akan tetap bertahan di barcelona hingga akhir karirnya. Beberapa waktu yang lalu beredar kabar mengenai ketentuan istimewa dalam kontrak lionel messi. Sang pemain disebut bisa meninggalkan barcelona kapanpun ia mau tanpa harus membayar kompensasi apapun. Situasi ini menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai masa depan messi. Tidak sedikit yang takut jika pemain 32 tahun itu bakal angkat kaki dari barca dalam waktu dekat. Namun messi menegaskan bahwa ia tidak akan hengkang dari barcelona dalam waktu dekat. “tentu saja saya akan bertahan jika kalian mencintai saya,” beber messi kepada rac 1.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Messi menyebut bahwa ia sudah merasa sangat nyaman berada di barcelona. Untuk itu ia siap menutup karirnya di el blagurana.”saya sangat senang dengan ide bertahan di sini dan segalanya tetap sama. Saya malah merasa semakin yakin saya akan mengakhiri karir saya di sini.” pungkasnya. “saya mempertimbangkan ini karena keinginan saya dan juga kepentingan keluarga saya. Saya tidak ingin mengubah lingkaran sosial dan persahabatan yang telah dimiliki anak saya.Dulu Saya sudah merasakan bagaimana rasanya berpisah dengan teman-teman saya dan saya tidak mau hal yang sama juga terjadi pada anak-anak saya.”

Messi mengakui pada awalnya ia berencana untuk menutup karirnya di newell old boys yang merupakan klub masa kecilnya. Namun ia menyebut bahwa ia kini mulai meragukan impiannya itu bisa terwujud. “saya sudah bermimpi sejak kecil untuk merasakan bermain di sepakbola argentina. Segalanya memang berbeda di sana, baik sisi baik maupun buruknya. Namun terkadang anda harus memikirkan kepentingan keluarga anda ketimbang apa yang anda inginkan.” ia menandaskan. Kontrak messi di barcelona sendiri akan segera habis.Kontraknya saat ini akan berakhir di musim panas tahun 2021 mendatang.

 

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap Hidup

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap HidupSang mantan Bek Barcelona, Dani Alves menanggapi pembicaraan terkait dengan sosok Lionel Messi di Barcelona. Alves percaya bahwa Barcelona sudah siap untuk memasuki era terbaru tanpa sang pemain terbaik di tim mereka. Selama dua dekade terakhir ini Lionel Messi menjadi sebuah ikon pemain andalan untuk skuat Barcelona. Messi sudah menjadi mesin gol yang bisa diandalkan oleh El Blaugrana dan berkat dirinya, Barca bisa meraih banyak kemenangan dan trofi.

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap Hidup

Ditahun 2019 ini, Lionel Messi sudah menginjak usia 33tahun dan kontraknya akan berakhir pada tahun 2021 mendatang, sehingga banyak rumor negative yang beredar mengenai masa depan Barcelona. Barcelona menunjukkan performa yang kurang memuaskan di musim ini ketika messi absen bermain karena mengalami cedera. karena itu banyak yang menilai bahwa Barca bisa hancur jika suatu hari Messi pergi dan tidak bermain untuk Barca lagi.Namun Dani Alves percaya bahwa Barcelona  akan bisa tetap berjuang meskipun messi tidak lagi bersama mereka. “ Saya selalu percaya bahwa akan selalu ada bakat baru yang muncul didunia Sepak bola ini” Ungkap Alves kepada Business Insider.

Alves menilai bahwa Barcelona merupakan tim yang piawai dalam melakukan regenerasi pemain baru menjadi pemain terbaik mereka. untuk itu ia menyakini bahwa El Blaugrana juga akan menemukan pemain yang bisa menggantikan Messi suatu saat nanti. Sebelumnya di Barcelona. Tim ini mengandalkan Ronaldinho lalu digantikan oleh Messi, Sebelum adanya Ronaldinho banyak pemain pemain hebat lainnya yang dimiliki Barcelona. Alves menyakini bahwa dengan talenta yang dimiliki messi akan menjadi sulit untuk digantikan oleh orang lain, namun tetap suatu hari pasti akan ada yang bisa menggantikan peran Messi di Barcelona Sang mesin pencetak gol. “ Pemain seperti Messi sangat sulit untuk ditemukan, namun kita tidak boleh lupa bahwa dunia sepakbola pasti akan terus berevolusi dan begitu pula dengan para pemainnya” Ujar Alves.

Messi sendiri saat ini kembali absen karena mengalami cedera pada bagian otot Adduktornya dan diperkirakan akan kembali bermain setelah jeda International Oktober 2019 mendatang.

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra Osasuna

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra OsasunaGareth Bale Memulai sepak terjangnya bersama Real Madrid musim ini dengan sangat baik. Namun anehnya, nama penyerang berkebangsaan Wales itu justru tidak masuk dalam daftar skuat Madrid melawan Osasuna di La Liga pada hari Kamis , 26 September 2019. Pada Musim ini, Bale sudah tercatat bermain bersama Real Madrid sebanyak lima kali dari semua kompetisi. Selain itu, ia juga sudah mengantongi dua gol dan satu assist untuk Real Madrid.

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra Osasuna

Performanya sejauh ini memang sangat terlihat lebih banyak berkembang dari pada apa yang Ia tampilkan pada musim kemarin, dimana ia mendapatkan banyak kritikan dari berbagai kalangan. Bahkan Bale sempat diberitakan akan pergi ke China jika transfernya tidak diblokir oleh para Petinggi Real Madrid. Berkat Kontribusinya, Real Madrid pun mendapatkan peringkat ketiga di klasemen sementara La Liga. Mereka belum mengalami kekalahan sekalipun dan mengantongi tiga kemenangan dari lima laga yang telah mereka lewati.

Peran Bale dinilai cukup besar pada musim ini. Bahkan mengalahkan Eden Hazard yang ditebus dengan harga 100juta Euro dari Chelsea pada musim panas kemarin. hal ini bisa dimaklumi karena Hazard baru saja sembuh dari cedera dan masih belum 100% merasa fit. Kehadiran Bale tentu saja diperlukan saat Madrid menghadapi Osasuna dihadapan pendukung setianya yang berada di Santiago Bernabeu. Namun anehnya, nama Gareth Bale Justru tidak terlihat dalam daftar skuat Real Madrid melawan Osasuna yang diumumkan baru-baru ini. Dari pihak Real Madrid sendiri juga tidak memberikan pernyataan apapun mengenai hal tersebut dan ada kemungkinan besar, Bale sengaja disimpan oleh Zidane untuk menyimpan tenaga jelang laga berhadapan dengan Atletico Madrid akhir pekan ini.

Tindakan itu bisa dianggap sebagai langkah pencegahan Real Madrid yang sedang dilanda badai cedera. Bahkan beberapa pemain yang merupakan sosok penting juga menghuni ruang perawatan. Dua bek kiri, Marcelo dan Benjamin Mendy sedang menjalani masa pemulihan cedera dan ditemani oleh dua Gelandang Senior mereka, Luka Modrid dan Isco yang saat ini juga sedang dalam masa perawatan cedera. sementara itu masih ada kabar baik dari Alvaro Odriozola dan Rodrygo Goes yang sudah dipastikan akan ikut berpartisipasi dalam laga tersebut.