Takluk dari Juventus, Pelatih Milan Kecewa

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli tak kuasa menyembunyikan kekecewaan menyusul hasil negatif timnya di pekan ke-12 Serie A. Menghadapi tuan rumah Juventus di Stadion Allianz pada Minggu, 10 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB, Milan takluk satu gol tanpa balas.

“Kami setidaknya mampu mengimbangi lawan. Tetapi, jika Anda tidak mengubah peluang menjadi gol, Anda harus membayarnya,” beber Pioli usai pertandingan.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan dirinya menyangkan timnya yang harus kebobolan akibat longgarnya pertahanan.

“Kami juga kebobolan ketika seharusnya bertahan lebih ketat dengan penjagaan satu lawan satu,” tutur pelatih botak itu,” sambungnya.

Satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh Paulo Dybala di menit ke-77. Kemenangan tipis ini lebih dari cukup mengantar Juventus kembali ke puncak klasemen sementara. Juventus telah mengemas 32 poin dari 12 pertandingan, unggul satu angka dari Inter Milan di tempat kedua. Sementara itu kekalahan ini membuat Milan tak bisa memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara.

Milan terpaku di papan bawah, tepatnya di urutan ke-14 dengan tabungan total 13 poin dari 12 pertandingan. Milan hanya berjarak empat poin dari Sampdoria di zona degradasi.

“Kami belum memiliki poin sebanyak yang kami harapkan, atau sebanyak yang kami layak dapatkan belakangan ini. Tetapi, secara performa kami membaik,” beber Pioli lagi.

Pioli menyebut timnya sudah menampilkan permainan tebaik. Bahkam mereka mampu merepotkan tuan rumah. Ia pun menegaskan akan terus bekerja keras untuk mengembalikan timnya ke jalur kemenangan.
“Kami harus terus bekerja dan memperbaiki diri. Posisi kami sekarang ini tidak pantas untuk Milan dan itu yang seharusnya terus membuat kami merasa khawatir dan fokus sepanjang waktu,” lanjut Pioli

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri kemudian melakukan keputusan berani di babak kedua. Mantan pelatih Chelsea itu menarik keluar Cristiano Ronaldo dan digantikan dengan Paulo Dybala. Keputusan berani ini ternyata tepat. Dybala sukses memecah kebuntuan di menit ke-77 usai sepakan keras kaki kanan bersarang di pojok bawah gawang tim tamu. Hingga bubaran skor tak juga berubah. Tuan rumah pun berhak atas tiga poin.

Pelatih Juventus angkat bicara terkait alasan menarik keluar Ronaldo. “Kami harus berterima kasih kepada Ronaldo, karena dia sudah berkorban untuk tampil pada malam ini dalam situasi yang sulit. Dia melakukan segala hal yang mungkin dilakukan, tetapi saya lihat dia tidak fit, dan saya kira keputusan terbaik adalah menariknya keluar,” beber Sarri.

“Selama sebulan terakhir, dia memiliki masalah di lutut. Ia mengalami benturan saat latihan dan itu memengaruhi ligamennya,” sambung Sarri.

 

 

Hadapi Juventus, Pemain Milan: Kami Bukan Lecce

AC Milan akan menghadapi laga berat di pekan ke-12 Serie A Italia. Tidak tanggung-tanggung Rosonneri akan menghadapi Juventus. Pertandingan ini semakin berat karena berlangsung di kandang lawan di  Allianz Stadium pada Minggu, 10 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Milan tentu harus bekerja keras untuk memetik kemenangan di kandang Nyonya Tua. Saat ini performa kedua tim seakan bertolak belakang. Milan terpuruk di papan bawah, tepatnya di posisi ke-13 dengan tabungan 13 poin dari 11 pertandingan.

Meski begitu salah satu pemain Milan, Ismael Bennacer optimis timnya mampu membuat kejutan di pertandingan itu. Hal ini berangkat dari pengalaman pertandingan sebelumnya di mana Juventus direpotkan Lecce dengan skor akhir 2-2.

“Kami adalah Milan dan bukan Lecce. Juventus dan Lecce bermain imbang, sehingga kami tentu bisa menang. Kami hanya perlu mengusung semangat yang tepat,” beber Bennacer.

Lebih lanjut pemain asal Aljazair itu mengatakan Milan merupakan tim dengan sejarah yang kuat. Mereka yakin akan tampil maksimal di kandang Juventus.

“Milan adalah klub dengan sejarah yang hebat dan kami harus berjuang keras, terutama untuk para suporter. Saat ini kami berada dalam situasi sulit, tapi tugas kami adalah bekerja keras dan terus optimistis,” lanjutnya.

Saat ini Juventus berstatus runner-up klasemen sementara dengan raihan total 29 poin dari 11 pertandingan. Bianconeri tertinggal dua poin dari Inter Milan yang baru saja menguasai posisi teratas usai memetik kemenangan di laga ke-12

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Senin, 11 November 2019:

LA LIGA

00:30 WIB – Getafe vs Osasuna – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Real Betis vs Sevilla – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Parma vs AS Roma – RCTI, beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Juventus vs AC Milan – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Freiburg vs Eintracht Frankfurt – Fox Sports (Live)

FIFA WORLD CUP U-17

02:30 WIB – Belanda vs Paraguay – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Korea Selatan vs Meksiko – Mola TV (Live)

CAF AFRICA CUP OF NATIONS U-23

22:00 WIB – Mali vs Kamerun – beIN Sports 2 (Live)

SHOPEE LIGA 1

15:30 WIB – Persija Jakarta vs Borneo FC – Indosiar (Live)
18:30 WIB – Persipura Jayapura vs Bali United – O Channel (Live)

 

Jadwal Pertandingan Jumat, 1 November: Milan Vs SPAL

AC Milan akan menjalani laga penting di pekan ke-10 Serie A Italia pada Jumat, 01 November 2019 dini hari WIB. Rossoneri akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu SPAL di Stadion San Siro. Pertandingan ini penting bagi Milan untuk kembali ke jalur kemenangan setelah mengalami masa-masa sulit selama ini.

Saat ini Milan berada di papan bawah. Sementara SPAL menghuni zona degradasi. Namun Milan tidak boleh jemawa karena tim promosi tersebut berpeluang membuat kejutan.

Pelatih Milan, Stefano Pioli yang baru saja menduduki posisi tersebut angkat bicara terkait situasi timnya saat ini. Menurut mantan pelatih Inter Milan itu, dirinya sangat realistis dengan situasi timnya. Pioli sendiri belum meraih kemenangan sejak menangani Milan. Dua laga sebelumnya berakhir dengan satu hasil seri dan satu kekalahan. Hasil seri diperoleh saat menghadapi Lecce dan tak bisa berbuat banyak saat menghadapi AS Roma.

“Kami harus realistis dan mengakui ini bukan momen positif bagi kami. Tetapi, kami bisa lebih baik dari yang kami perlihatkan pada hari Minggu lalu melawan Roma,” beber Pioli.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan pihaknya terus berupaya untuk lepas dari situasi ini. Meski timnya bukan yang terbaik namun ia yakin mereka bisa menampilkan performa terbaik.

“Kami mungkin bukan tim terbaik dalam kualitas pemain, tetapi setidaknya kami ingin menjadi yang terbaik dalam hal semangat dan tekad,” lanjutnya.

“Saya mengharapkan lebih, tentu. Dalam dua pertandingan kami gagal meraih kemenangan. Kami membuat kesalahan namun ini sangat disayangkan dilakukan oleh klub dengan status seperti kami,” lanjutnya mengomentari laga kontra Roma.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Jumat, 1 November:

LA LIGA

01:00 WIB – Eibar vs Villarreal – beIN Sports 1 (Live)
01:00 WIB – Real Mallorca vs Osasuna – beIN Sports 2 (Live)
03:15 WIB – Getafe vs Granada – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

03:00 WIB – AC Milan vs SPAL – beIN Sports 2 (Live)

FIFA WORLD CUP U-17

03:00 WIB – Kepulauan Solomon vs Paraguay – Mola TV (Live)
03:00 WIB – Spanyol vs Tajikistan – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Kamerun vs Argentina – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Meksiko vs Italia – Mola TV (Live)

A-LEAGUE

15:30 WIB – Sydney FC vs Newcastle Jets – beIN Sports 2 (Live)

INDIAN SUPER LEAGUE

21:00 WIB – NorthEast United vs Goa – Fox Sports 2 (Live)

SHOPEE LIGA 1

15:30 WIB – Perseru Badak Lampung FC vs Arema FC – Indosiar (Live)
18:30 WIB – Kalteng Putra vs Persib Bandung – Indosiar (Live)

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring BolaMantan pemain Barcelona, Rafael Marquez membagikan cerita unik tentang Lionel Messi muda yang frustrasi saat diminta mengumpan bola. Messi ternyata sudah menunjukkan semangat kompetitif sejak masih belia, bahkan di sesi latihan. Kini, berusia 32 tahun, Messi masih bisa menjaga permainannya di level tinggi. Tidak ada rahasia khusus, La Pulga mengaku hanya berusaha menjaga tubuhnya lebih baik dan berlatih seperti biasanya. Kalimat ‘berlatih seperti biasanya’ inilah yang ternyata tidak biasa-biasa amat. Messi selalu memberikan kemampuan terbaiknya di setiap sesi latihan, tanpa mencoba menahan diri.

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Tidak ada yang meragukan kemampuan Messi menggiring bola. Melewati empat sampai lima pemain lawan adalah hal mudah bagi Messi, bahkan terkesan biasa saja. Uniknya, bukan hanya lawan yang harus menderita, pemain-pemain Barca pun demikian. Marquez membongkar cerita unik pada sesi latihan Barca beberapa tahun lalu, di era Pep Guardiola. Messi benar-benar merepotkan pemain-pemain Barca. “Kala itu ada pertandingan tujuh lawan tujuh dan Leo [Messi] ada dalam tim saya. Dia menggiring bola melewati satu pemain, dua, tiga, putar balik dan melewati mereka lagi dengan mudah,” kata Marquez kepada Fox Sports. “Dia tidak mau melepaskan bola barang sedetik. Sampai satu momen saat saya meneriaki dia: ‘Leo, lepaskan bola itu!’.

Tak disangka, Messi ternyata marah besar begitu mendengar teriakan Marquez. Sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Messi saat sedang asyik menggiring bola. Akibatnya, Guardiola sampai harus turun tangan menenangkan sang mega bintang Barcelona itu. “Dia [Messi] jadi marah besar dan bahkan mulai berteriak kepada kami dan kami pun mulai berdebat. Sampai akhirnya Pep menghentikan dia dan meminta dia lebih tenang,” lanjut Marquez. “Pep langsung mendekati Leo untuk menenangkannya karena saya lebih berpengalaman di dalam tim daripada Leo yang waktu itu masih sangat muda.”

Bagaimanapun, Marquez dan pemain-pemain Barca saat itu terbilang beruntung bisa menyaksikan langsung kebangkitan Messi. Saat itu ternyata mereka sedang melihat calon pemain terbaik di dunia.”Kami sudah mendengar tentang Leo di ruang ganti. Saat itu kami mendengar bahwa dia tampil luar biasa di Barcelona B dan bahwa dia adalah Maradona baru,” imbuh Marquez.”Rasanya spektakuler bisa melihat dia berkembang dari jarak yang sangat dekat,” tutupnya.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir KarirnyaLionel messi akhirnya angkat bicara terkait situasi kontraknya di barcelona. Pesepakbola asal argentina itu sudah berjanji akan tetap bertahan di barcelona hingga akhir karirnya. Beberapa waktu yang lalu beredar kabar mengenai ketentuan istimewa dalam kontrak lionel messi. Sang pemain disebut bisa meninggalkan barcelona kapanpun ia mau tanpa harus membayar kompensasi apapun. Situasi ini menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai masa depan messi. Tidak sedikit yang takut jika pemain 32 tahun itu bakal angkat kaki dari barca dalam waktu dekat. Namun messi menegaskan bahwa ia tidak akan hengkang dari barcelona dalam waktu dekat. “tentu saja saya akan bertahan jika kalian mencintai saya,” beber messi kepada rac 1.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Messi menyebut bahwa ia sudah merasa sangat nyaman berada di barcelona. Untuk itu ia siap menutup karirnya di el blagurana.”saya sangat senang dengan ide bertahan di sini dan segalanya tetap sama. Saya malah merasa semakin yakin saya akan mengakhiri karir saya di sini.” pungkasnya. “saya mempertimbangkan ini karena keinginan saya dan juga kepentingan keluarga saya. Saya tidak ingin mengubah lingkaran sosial dan persahabatan yang telah dimiliki anak saya.Dulu Saya sudah merasakan bagaimana rasanya berpisah dengan teman-teman saya dan saya tidak mau hal yang sama juga terjadi pada anak-anak saya.”

Messi mengakui pada awalnya ia berencana untuk menutup karirnya di newell old boys yang merupakan klub masa kecilnya. Namun ia menyebut bahwa ia kini mulai meragukan impiannya itu bisa terwujud. “saya sudah bermimpi sejak kecil untuk merasakan bermain di sepakbola argentina. Segalanya memang berbeda di sana, baik sisi baik maupun buruknya. Namun terkadang anda harus memikirkan kepentingan keluarga anda ketimbang apa yang anda inginkan.” ia menandaskan. Kontrak messi di barcelona sendiri akan segera habis.Kontraknya saat ini akan berakhir di musim panas tahun 2021 mendatang.

 

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap Hidup

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap HidupSang mantan Bek Barcelona, Dani Alves menanggapi pembicaraan terkait dengan sosok Lionel Messi di Barcelona. Alves percaya bahwa Barcelona sudah siap untuk memasuki era terbaru tanpa sang pemain terbaik di tim mereka. Selama dua dekade terakhir ini Lionel Messi menjadi sebuah ikon pemain andalan untuk skuat Barcelona. Messi sudah menjadi mesin gol yang bisa diandalkan oleh El Blaugrana dan berkat dirinya, Barca bisa meraih banyak kemenangan dan trofi.

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap Hidup

Ditahun 2019 ini, Lionel Messi sudah menginjak usia 33tahun dan kontraknya akan berakhir pada tahun 2021 mendatang, sehingga banyak rumor negative yang beredar mengenai masa depan Barcelona. Barcelona menunjukkan performa yang kurang memuaskan di musim ini ketika messi absen bermain karena mengalami cedera. karena itu banyak yang menilai bahwa Barca bisa hancur jika suatu hari Messi pergi dan tidak bermain untuk Barca lagi.Namun Dani Alves percaya bahwa Barcelona  akan bisa tetap berjuang meskipun messi tidak lagi bersama mereka. “ Saya selalu percaya bahwa akan selalu ada bakat baru yang muncul didunia Sepak bola ini” Ungkap Alves kepada Business Insider.

Alves menilai bahwa Barcelona merupakan tim yang piawai dalam melakukan regenerasi pemain baru menjadi pemain terbaik mereka. untuk itu ia menyakini bahwa El Blaugrana juga akan menemukan pemain yang bisa menggantikan Messi suatu saat nanti. Sebelumnya di Barcelona. Tim ini mengandalkan Ronaldinho lalu digantikan oleh Messi, Sebelum adanya Ronaldinho banyak pemain pemain hebat lainnya yang dimiliki Barcelona. Alves menyakini bahwa dengan talenta yang dimiliki messi akan menjadi sulit untuk digantikan oleh orang lain, namun tetap suatu hari pasti akan ada yang bisa menggantikan peran Messi di Barcelona Sang mesin pencetak gol. “ Pemain seperti Messi sangat sulit untuk ditemukan, namun kita tidak boleh lupa bahwa dunia sepakbola pasti akan terus berevolusi dan begitu pula dengan para pemainnya” Ujar Alves.

Messi sendiri saat ini kembali absen karena mengalami cedera pada bagian otot Adduktornya dan diperkirakan akan kembali bermain setelah jeda International Oktober 2019 mendatang.

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra Osasuna

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra OsasunaGareth Bale Memulai sepak terjangnya bersama Real Madrid musim ini dengan sangat baik. Namun anehnya, nama penyerang berkebangsaan Wales itu justru tidak masuk dalam daftar skuat Madrid melawan Osasuna di La Liga pada hari Kamis , 26 September 2019. Pada Musim ini, Bale sudah tercatat bermain bersama Real Madrid sebanyak lima kali dari semua kompetisi. Selain itu, ia juga sudah mengantongi dua gol dan satu assist untuk Real Madrid.

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra Osasuna

Performanya sejauh ini memang sangat terlihat lebih banyak berkembang dari pada apa yang Ia tampilkan pada musim kemarin, dimana ia mendapatkan banyak kritikan dari berbagai kalangan. Bahkan Bale sempat diberitakan akan pergi ke China jika transfernya tidak diblokir oleh para Petinggi Real Madrid. Berkat Kontribusinya, Real Madrid pun mendapatkan peringkat ketiga di klasemen sementara La Liga. Mereka belum mengalami kekalahan sekalipun dan mengantongi tiga kemenangan dari lima laga yang telah mereka lewati.

Peran Bale dinilai cukup besar pada musim ini. Bahkan mengalahkan Eden Hazard yang ditebus dengan harga 100juta Euro dari Chelsea pada musim panas kemarin. hal ini bisa dimaklumi karena Hazard baru saja sembuh dari cedera dan masih belum 100% merasa fit. Kehadiran Bale tentu saja diperlukan saat Madrid menghadapi Osasuna dihadapan pendukung setianya yang berada di Santiago Bernabeu. Namun anehnya, nama Gareth Bale Justru tidak terlihat dalam daftar skuat Real Madrid melawan Osasuna yang diumumkan baru-baru ini. Dari pihak Real Madrid sendiri juga tidak memberikan pernyataan apapun mengenai hal tersebut dan ada kemungkinan besar, Bale sengaja disimpan oleh Zidane untuk menyimpan tenaga jelang laga berhadapan dengan Atletico Madrid akhir pekan ini.

Tindakan itu bisa dianggap sebagai langkah pencegahan Real Madrid yang sedang dilanda badai cedera. Bahkan beberapa pemain yang merupakan sosok penting juga menghuni ruang perawatan. Dua bek kiri, Marcelo dan Benjamin Mendy sedang menjalani masa pemulihan cedera dan ditemani oleh dua Gelandang Senior mereka, Luka Modrid dan Isco yang saat ini juga sedang dalam masa perawatan cedera. sementara itu masih ada kabar baik dari Alvaro Odriozola dan Rodrygo Goes yang sudah dipastikan akan ikut berpartisipasi dalam laga tersebut.

Maurizio Sarri Akan Menjadi Musuh Keluarganya Karena Juventus

Maurizio Sarri Akan Menjadi Musuh Keluarganya Karena Juventus-Laga antara Fiorentina Vs Juventus akan menjadi momen yang emosional bagi Maurizio Sarri. Dengan Posisinya sebagai sang pelatih dari Juventus maka Sarri akan menjadi musuh bagi keluarga besarnya sendiri. Pada tanggal 14/9/2019 di Sabtu malam , Juventus akan datang kekandang Fiorentina sebagai tamu di pekan ketiga Liga Serie A 2019/2020. Laga ini akan digelar di Artemio Franchi pada pukul 20.00WIB. Sarri memberikan pengakuan bahwa banyak dari anggota keluarganya yang menjadi fans Fiorentina, bahkan ibunya sendiri. Sarri mengatakan bahwa ibunya tidak senang dengan jabatan yang dimilikinya saat ini menjadi pelatih dari Klub Juventus. Sarri sendiri memang tumbuh di kota Florence. bahkan rumah keluarganya juga dekat dengan Artemio Franchi.

Dengan nada bercanda, Maurizio Sarri menyebut bahwa ibunya tidak bahagia dengan posisi yang dimilikinya saat ini. Apalagi pada pekan ini Juventus akan menantang Fiorentina di Artemio Franchi. Rumah keluarga besar Sarri sendiri hanya berjarak 500m dari stadion Artemio Franchi. Selain Sarri, semua keluarganya menjadi penggemar La Viola dan Sarri sendiri mendukung mantan klub asuhannya, Napoli. Sarri memang Lahir di Napoli yang ketika itu menjadi kota tempat ayahnya bekerja. Kemudian mereka pindah ke Florence dan dalam beberapa kesempatan sari mengakui sebagai fans dari Napoli.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Maurizio Sarri mengaku akrab dengan suasana Artemio Franchi. karena jarak rumah keluarganya dengan stadion memang tidak jauh. namun tidak semua hal tentang Artemio Franchi menjadi kenangan Indah bagi Sarri. Ia memiliki kenangan buruk dengan tempat ia tumbuh besar itu. pada tahun 2018 lalu ia kehilangan gelar Scudetto untuk Napoli. pada tahun itu Sarri memiliki peluang untuk membawa Scudetto ke Naples. Akan tetapi Napoli kalah telak dengan skor 3:0 melawan Fiorentina dan gelar Scudetto jatuh kepada Klub yang dilatihnya saat ini, Juventus.