Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring BolaMantan pemain Barcelona, Rafael Marquez membagikan cerita unik tentang Lionel Messi muda yang frustrasi saat diminta mengumpan bola. Messi ternyata sudah menunjukkan semangat kompetitif sejak masih belia, bahkan di sesi latihan. Kini, berusia 32 tahun, Messi masih bisa menjaga permainannya di level tinggi. Tidak ada rahasia khusus, La Pulga mengaku hanya berusaha menjaga tubuhnya lebih baik dan berlatih seperti biasanya. Kalimat ‘berlatih seperti biasanya’ inilah yang ternyata tidak biasa-biasa amat. Messi selalu memberikan kemampuan terbaiknya di setiap sesi latihan, tanpa mencoba menahan diri.

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Tidak ada yang meragukan kemampuan Messi menggiring bola. Melewati empat sampai lima pemain lawan adalah hal mudah bagi Messi, bahkan terkesan biasa saja. Uniknya, bukan hanya lawan yang harus menderita, pemain-pemain Barca pun demikian. Marquez membongkar cerita unik pada sesi latihan Barca beberapa tahun lalu, di era Pep Guardiola. Messi benar-benar merepotkan pemain-pemain Barca. “Kala itu ada pertandingan tujuh lawan tujuh dan Leo [Messi] ada dalam tim saya. Dia menggiring bola melewati satu pemain, dua, tiga, putar balik dan melewati mereka lagi dengan mudah,” kata Marquez kepada Fox Sports. “Dia tidak mau melepaskan bola barang sedetik. Sampai satu momen saat saya meneriaki dia: ‘Leo, lepaskan bola itu!’.

BACA MENGENAI  Diimbangi Sheffield, Pelatih Man United: Penampilan Sangat Buruk

Tak disangka, Messi ternyata marah besar begitu mendengar teriakan Marquez. Sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Messi saat sedang asyik menggiring bola. Akibatnya, Guardiola sampai harus turun tangan menenangkan sang mega bintang Barcelona itu. “Dia [Messi] jadi marah besar dan bahkan mulai berteriak kepada kami dan kami pun mulai berdebat. Sampai akhirnya Pep menghentikan dia dan meminta dia lebih tenang,” lanjut Marquez. “Pep langsung mendekati Leo untuk menenangkannya karena saya lebih berpengalaman di dalam tim daripada Leo yang waktu itu masih sangat muda.”

Bagaimanapun, Marquez dan pemain-pemain Barca saat itu terbilang beruntung bisa menyaksikan langsung kebangkitan Messi. Saat itu ternyata mereka sedang melihat calon pemain terbaik di dunia.”Kami sudah mendengar tentang Leo di ruang ganti. Saat itu kami mendengar bahwa dia tampil luar biasa di Barcelona B dan bahwa dia adalah Maradona baru,” imbuh Marquez.”Rasanya spektakuler bisa melihat dia berkembang dari jarak yang sangat dekat,” tutupnya.