Bungkam Dortmund, Inter Jaga Persaingan dengan Barcelona di Grup F Liga Champions

Inter Milan tampil luar biasa di matchday ketiga Liga Champions Eropa yang digelar di kandang sendiri di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu, 23 Oktober 2019 waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Sebagai tuan rumah, Internazionale menang atas tamunya Borussia Dortmund. Laga itu berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Sepasang gol Inter disumbangkan oleh Lautaro Martinez di menit ke-22 dan Antonio Candreva di menit ke-89. Kemenangan ini membuat Inter Milan kini terlibat persaingan dengan Barcelona dan Dortmund di grup tersebut.

Tambahan tiga poin mendongrak posisi Inter ke urutan kedua dengan raihan total empat poin dari tiga laga. Inter unggul selisih gol dari Dortmund dan berjarak tiga poin dari Barcelona di puncak klasemen sementara.

Gol pertama Inter di laga ini terjadi berkat kejelian Lautaro Martinez untuk lolos dari jebakan offside untuk menuntaskan umpan terukur Stefan de Vrij. Dengan tenang pemain muda Argentina itu menggetarkan gawang Die Borussien yang dijaga Roman Burki.

Jelang bubaran Burki dipaksa kembali memungut bola dari dalam gawangnya. Gol ini berawal dari  umpan Marcelo Brozovic yang mampu diselesaikan dengan baik oleh Candreva.

Pelatih Inter, Antonio Conte menyebut Dortmund menghadapi timnya dengan rasa was-was. Ia mengatakan hal tersebut berangkat dari formasi yang dipakai lawan di laga ini.

“Borussia Dortmund mengubah sistem mereka menjadi lima bek, yang berarti mereka takut dengan kami dan ingin bermain dengan mengubah pendekatan mereka untuk mengopi sistem kami,” beber Conte.

Lebih lanjut mantan pelatih Chelsea itu mengatakan sekalipun lawan mengubah strategi, pihaknya pun telah mengantisipasi hal tersebut. Bahkan ia menyebut mereka mampu beradaptasi dengan perubahan pola tim besutan Lucien Favre itu.

“Kami sebenarnya mempersiapkan diri untuk laga yang sangat berbeda, tapi tampil baik untuk menyesuaikan diri. Ketika Dortmund kembali ke pola 4-2-3-1 setelah jeda, kami menyesuaikan diri lagi dan mengambil control,” sambungnya.

Sebelum pertandingan, Conte mengatakan dirinya sudah menginstruksikan kepada para pemain untuk menguasai lini tengah. Hal ini penting untuk meredam agresivitas Dortmund yang dikenal berbahaya saat melakoni serangan balik.

“Kami sudah mempersiapkan diri untuk menekan mereka di area-area tertentu lapangan dan mereka mengubah sistem, jadi itu tak lagi valid. Hal terpenting yang saya beri tahu ke anak-anak adalah untuk tak kehilangan penguasaan bola di area tengah, karena di sanalah mereka bergerak maju dari serangan balik,” tegas pria asal Italia itu.

Susunan pemain Inter Milan versus Borussia Dortmund:

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 2-Diego Godin, 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar; 87-Antonio Candreva, 5-Roberto Gagliardini, 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella, 18-Kwadwo Asamoah (34-Biraghi 80′); 10-Lautaro Martinez, 9-Romelu Lukaku (30-Sebastiano Esposito 62′).

Pelatih: Antonio Conte

Borussia Dortmund (3-4-2-1): 1-Roman Burki; 16-Manuel Akanji (34-Jacob Larsen 74′), 33-Julian Weigl, 25-Mats Hummels; 5-Achraf Hakmi, 28-Axel Witsel, 6-Thomas Delaney (8-Mahmoud Dahoud 65′), 14-Nico Schulz; 23-Thorgan Hazard (13-Raphael Guerreiro 84′), 7-Jadon Sancho, 19-Julian Brandt.

Pelatih: Lucien Favre

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring BolaMantan pemain Barcelona, Rafael Marquez membagikan cerita unik tentang Lionel Messi muda yang frustrasi saat diminta mengumpan bola. Messi ternyata sudah menunjukkan semangat kompetitif sejak masih belia, bahkan di sesi latihan. Kini, berusia 32 tahun, Messi masih bisa menjaga permainannya di level tinggi. Tidak ada rahasia khusus, La Pulga mengaku hanya berusaha menjaga tubuhnya lebih baik dan berlatih seperti biasanya. Kalimat ‘berlatih seperti biasanya’ inilah yang ternyata tidak biasa-biasa amat. Messi selalu memberikan kemampuan terbaiknya di setiap sesi latihan, tanpa mencoba menahan diri.

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Tidak ada yang meragukan kemampuan Messi menggiring bola. Melewati empat sampai lima pemain lawan adalah hal mudah bagi Messi, bahkan terkesan biasa saja. Uniknya, bukan hanya lawan yang harus menderita, pemain-pemain Barca pun demikian. Marquez membongkar cerita unik pada sesi latihan Barca beberapa tahun lalu, di era Pep Guardiola. Messi benar-benar merepotkan pemain-pemain Barca. “Kala itu ada pertandingan tujuh lawan tujuh dan Leo [Messi] ada dalam tim saya. Dia menggiring bola melewati satu pemain, dua, tiga, putar balik dan melewati mereka lagi dengan mudah,” kata Marquez kepada Fox Sports. “Dia tidak mau melepaskan bola barang sedetik. Sampai satu momen saat saya meneriaki dia: ‘Leo, lepaskan bola itu!’.

Tak disangka, Messi ternyata marah besar begitu mendengar teriakan Marquez. Sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Messi saat sedang asyik menggiring bola. Akibatnya, Guardiola sampai harus turun tangan menenangkan sang mega bintang Barcelona itu. “Dia [Messi] jadi marah besar dan bahkan mulai berteriak kepada kami dan kami pun mulai berdebat. Sampai akhirnya Pep menghentikan dia dan meminta dia lebih tenang,” lanjut Marquez. “Pep langsung mendekati Leo untuk menenangkannya karena saya lebih berpengalaman di dalam tim daripada Leo yang waktu itu masih sangat muda.”

Bagaimanapun, Marquez dan pemain-pemain Barca saat itu terbilang beruntung bisa menyaksikan langsung kebangkitan Messi. Saat itu ternyata mereka sedang melihat calon pemain terbaik di dunia.”Kami sudah mendengar tentang Leo di ruang ganti. Saat itu kami mendengar bahwa dia tampil luar biasa di Barcelona B dan bahwa dia adalah Maradona baru,” imbuh Marquez.”Rasanya spektakuler bisa melihat dia berkembang dari jarak yang sangat dekat,” tutupnya.

Barcelona Mendapatkan Kartu Merah, Ousmane Dembele Disarankan Dihukum

Barcelona Mendapatkan Kartu Merah, Ousmane Dembele Disarankan DihukumEks pemain Barcelona, Rivaldo menyarankan mantan timnya untuk menghukum pemain mereka, Ousmane Dembele gara-gara kartu merah melawan Sevilla akhir pekan kemarin.Dalam laga tersebut, Dembele mendapat kartu merah pada menit-menit akhir karena melakukan protes berlebihan kepada wasit.Buntutnya, Dembele pun diskors dua laga. Akibat hukuman ini, Dembele dipastikan bakal absen dalam laga kontra Eibar dan partai El Clasico versus sang rival abadi, Real Madrid.

Barcelona Mendapatkan Kartu Merah, Ousmane Dembele Disarankan Dihukum

Dalam laporan pertandingannya, wasit Antonio Mateu Lahoz menuliskan bahwa Dembele mengucapkan kata-kata yang keras padanya berbunyi ‘Anda sangat buruk’.Kritik keras itu pun dialamatkan Rivaldo pada Dembele. Sosok asal Brasil itu mendesak Barca agar menegur Dembele atau bahkan memberinya sanksi.”Barca harus berbicara pada pemain mereka mengenai kartu merah konyol  yang mereka dapatkan ini. Tindakannya tidak bisa diterima dan bisa menyakiti tim, absennya dia bakal menyulitkan semua rekan setimnya,” ujar Rivaldo kepada Betfair.

Lebih lanjut lagi, Rivaldo menyebut ketegasan klub diperlukan dalam kasus ini. Rivaldo tak ingin tingkah laku Dembele diikuti oleh pemain pemain lain di masa depan.”Penting bagi klub untuk memiliki prosedur internal guna memberi sanksi pada pemain dalam situasi yang bodoh ini, dalam hal ini berbicara tidak benar kepada wasit atau pelatih. Menghukum dia untuk menghindari situasi baru di masa depan bakal terasa masuk akal,” tutur Rivaldo.”Saya tak hanya berbicara pada Dembele, tapi pada semua pemain yang mungkin akan melakukan aksi yang mirip seperti dembele. Seorang pemain harus pintar, sadar bahwa ada banyak laga yang harus dihadapi setelahnya, dan jangan biarkan rekan setimnya, pelatih dan klub berada dalam situasi berat ini,” tukasnya.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir KarirnyaLionel messi akhirnya angkat bicara terkait situasi kontraknya di barcelona. Pesepakbola asal argentina itu sudah berjanji akan tetap bertahan di barcelona hingga akhir karirnya. Beberapa waktu yang lalu beredar kabar mengenai ketentuan istimewa dalam kontrak lionel messi. Sang pemain disebut bisa meninggalkan barcelona kapanpun ia mau tanpa harus membayar kompensasi apapun. Situasi ini menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai masa depan messi. Tidak sedikit yang takut jika pemain 32 tahun itu bakal angkat kaki dari barca dalam waktu dekat. Namun messi menegaskan bahwa ia tidak akan hengkang dari barcelona dalam waktu dekat. “tentu saja saya akan bertahan jika kalian mencintai saya,” beber messi kepada rac 1.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Messi menyebut bahwa ia sudah merasa sangat nyaman berada di barcelona. Untuk itu ia siap menutup karirnya di el blagurana.”saya sangat senang dengan ide bertahan di sini dan segalanya tetap sama. Saya malah merasa semakin yakin saya akan mengakhiri karir saya di sini.” pungkasnya. “saya mempertimbangkan ini karena keinginan saya dan juga kepentingan keluarga saya. Saya tidak ingin mengubah lingkaran sosial dan persahabatan yang telah dimiliki anak saya.Dulu Saya sudah merasakan bagaimana rasanya berpisah dengan teman-teman saya dan saya tidak mau hal yang sama juga terjadi pada anak-anak saya.”

Messi mengakui pada awalnya ia berencana untuk menutup karirnya di newell old boys yang merupakan klub masa kecilnya. Namun ia menyebut bahwa ia kini mulai meragukan impiannya itu bisa terwujud. “saya sudah bermimpi sejak kecil untuk merasakan bermain di sepakbola argentina. Segalanya memang berbeda di sana, baik sisi baik maupun buruknya. Namun terkadang anda harus memikirkan kepentingan keluarga anda ketimbang apa yang anda inginkan.” ia menandaskan. Kontrak messi di barcelona sendiri akan segera habis.Kontraknya saat ini akan berakhir di musim panas tahun 2021 mendatang.

 

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap Hidup

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap HidupSang mantan Bek Barcelona, Dani Alves menanggapi pembicaraan terkait dengan sosok Lionel Messi di Barcelona. Alves percaya bahwa Barcelona sudah siap untuk memasuki era terbaru tanpa sang pemain terbaik di tim mereka. Selama dua dekade terakhir ini Lionel Messi menjadi sebuah ikon pemain andalan untuk skuat Barcelona. Messi sudah menjadi mesin gol yang bisa diandalkan oleh El Blaugrana dan berkat dirinya, Barca bisa meraih banyak kemenangan dan trofi.

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap Hidup

Ditahun 2019 ini, Lionel Messi sudah menginjak usia 33tahun dan kontraknya akan berakhir pada tahun 2021 mendatang, sehingga banyak rumor negative yang beredar mengenai masa depan Barcelona. Barcelona menunjukkan performa yang kurang memuaskan di musim ini ketika messi absen bermain karena mengalami cedera. karena itu banyak yang menilai bahwa Barca bisa hancur jika suatu hari Messi pergi dan tidak bermain untuk Barca lagi.Namun Dani Alves percaya bahwa Barcelona  akan bisa tetap berjuang meskipun messi tidak lagi bersama mereka. “ Saya selalu percaya bahwa akan selalu ada bakat baru yang muncul didunia Sepak bola ini” Ungkap Alves kepada Business Insider.

Alves menilai bahwa Barcelona merupakan tim yang piawai dalam melakukan regenerasi pemain baru menjadi pemain terbaik mereka. untuk itu ia menyakini bahwa El Blaugrana juga akan menemukan pemain yang bisa menggantikan Messi suatu saat nanti. Sebelumnya di Barcelona. Tim ini mengandalkan Ronaldinho lalu digantikan oleh Messi, Sebelum adanya Ronaldinho banyak pemain pemain hebat lainnya yang dimiliki Barcelona. Alves menyakini bahwa dengan talenta yang dimiliki messi akan menjadi sulit untuk digantikan oleh orang lain, namun tetap suatu hari pasti akan ada yang bisa menggantikan peran Messi di Barcelona Sang mesin pencetak gol. “ Pemain seperti Messi sangat sulit untuk ditemukan, namun kita tidak boleh lupa bahwa dunia sepakbola pasti akan terus berevolusi dan begitu pula dengan para pemainnya” Ujar Alves.

Messi sendiri saat ini kembali absen karena mengalami cedera pada bagian otot Adduktornya dan diperkirakan akan kembali bermain setelah jeda International Oktober 2019 mendatang.

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra Osasuna

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra OsasunaGareth Bale Memulai sepak terjangnya bersama Real Madrid musim ini dengan sangat baik. Namun anehnya, nama penyerang berkebangsaan Wales itu justru tidak masuk dalam daftar skuat Madrid melawan Osasuna di La Liga pada hari Kamis , 26 September 2019. Pada Musim ini, Bale sudah tercatat bermain bersama Real Madrid sebanyak lima kali dari semua kompetisi. Selain itu, ia juga sudah mengantongi dua gol dan satu assist untuk Real Madrid.

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra Osasuna

Performanya sejauh ini memang sangat terlihat lebih banyak berkembang dari pada apa yang Ia tampilkan pada musim kemarin, dimana ia mendapatkan banyak kritikan dari berbagai kalangan. Bahkan Bale sempat diberitakan akan pergi ke China jika transfernya tidak diblokir oleh para Petinggi Real Madrid. Berkat Kontribusinya, Real Madrid pun mendapatkan peringkat ketiga di klasemen sementara La Liga. Mereka belum mengalami kekalahan sekalipun dan mengantongi tiga kemenangan dari lima laga yang telah mereka lewati.

Peran Bale dinilai cukup besar pada musim ini. Bahkan mengalahkan Eden Hazard yang ditebus dengan harga 100juta Euro dari Chelsea pada musim panas kemarin. hal ini bisa dimaklumi karena Hazard baru saja sembuh dari cedera dan masih belum 100% merasa fit. Kehadiran Bale tentu saja diperlukan saat Madrid menghadapi Osasuna dihadapan pendukung setianya yang berada di Santiago Bernabeu. Namun anehnya, nama Gareth Bale Justru tidak terlihat dalam daftar skuat Real Madrid melawan Osasuna yang diumumkan baru-baru ini. Dari pihak Real Madrid sendiri juga tidak memberikan pernyataan apapun mengenai hal tersebut dan ada kemungkinan besar, Bale sengaja disimpan oleh Zidane untuk menyimpan tenaga jelang laga berhadapan dengan Atletico Madrid akhir pekan ini.

Tindakan itu bisa dianggap sebagai langkah pencegahan Real Madrid yang sedang dilanda badai cedera. Bahkan beberapa pemain yang merupakan sosok penting juga menghuni ruang perawatan. Dua bek kiri, Marcelo dan Benjamin Mendy sedang menjalani masa pemulihan cedera dan ditemani oleh dua Gelandang Senior mereka, Luka Modrid dan Isco yang saat ini juga sedang dalam masa perawatan cedera. sementara itu masih ada kabar baik dari Alvaro Odriozola dan Rodrygo Goes yang sudah dipastikan akan ikut berpartisipasi dalam laga tersebut.

Demi Pulihkan Cedera, Bek Manchester United Pergi Ke Tiongkok

Demi Pulihkan Cedera, Bek Manchester United Pergi Ke Tiongkok Pemain Lini belakang Manchester United, Diogo Dalot, melakukan segala upaya agar bisa menyembuhkan cedera yang ia alami. Dia sampai pergi ke Tiongkok demi menjalani perawatan khusus. Diogo Dalot pertama kali mengalami cedera pada tahun 2018 lalu. saat itu pemain berasal dari Portugal itu sudah sembuh, namun kemudian beberapa kali ia mengalami cedera lagi di lokasi lain. Terakhir, Diogo Dalot mengalami cedera pada Agustus 2019 lalu dan meskipun cedera yang dialaminya tidak terlalu serius namun ia merasa tetap perlu mendapatkan perawatan khusus. oleh karena itu Diogo memutuskan untuk terbang ke Tiongkok dan memang selama di Tiongkok ia menjalani perawatan khusus.

 

Dikutip dari Sportsmole, Diogo Dalot mengalami cedera pada bagian pinggulnya. cedera ini didapat setelah terjadi benturan keras, karena itu agar cepat pulih ia memutuskan untuk terbang ke Tiongkok dan berobat. Diogo tiba di Tiongkok pada tanggal 29 Agustus 2019 lalu dan langsung menjalani rehabilitasi dengan tim medis klub Shanghai SIPG. Diogo Dalot menjalani perawatan tersebut 10hari lamanya. Perawatan tersebut berada dibawah pengawasan tim medis khusus yang langsung diamati oleh staf medis asal Brasil, Eduardo. Kondisi Diogo Dalot Kini sudah semakin membaik, bahkan jika tidak ada kendala yang mendesak, sang mantan pemain Porto tersebut diperkirakan sudah siap bermain setelah jeda International kali ini.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Diogo Dalot memiliki peluang yang besar untuk dimainkan pada laga melawan Leicester City. Bek kanan utama Manchester United, Aaron Wanbissaka saat ini masih belum sembuh dari cederanya, jika sampai saat laga yang akan datang ia belum sembuh, maka Diogo Dalot akan menjadi opsi untuk menggantikannya di posisi bek kanan. selain itu, Diogo Dalot juga bisa menjadi pilihan bagi sang pelatih Klub yang dijuluki Setan Merah untuk ditempatkan di bek kiri menggantikan Luke Shaw. Dua Posisi itu merupakan posisi utaman Diogo Dalot, tapi jika melihat kembali pada musim 2018/2019 lalu, Ole Gunnar Soslkjaer juga bisa memberikan posisi Winger.Tentu saja hal ini membuat peluang Diogo Dalot bermain semakin besar.

Kepindahan Philippe Coutinho Menjadi Berkah Untuk Liverpool, Mengapa ?

Kepindahan Philippe Coutinho Menjadi Berkah Untuk Liverpool,Mengapa? Liverpool Sepertinya Harus berterima Kasih pada sang mantan pemain andalannya yakni, Philippe Coutinho. Berkat dirinya,Klub Liverpool sang juara bertahan Liga Champions itu bisa mendapatkan salah satu pemain yang menjadi incaran untuk tahun 2020 nanti. pada tahun 2018 yang lalu, Coutinho memutuskan meninggalkan Anfield untuk menerima tawaran dari salah satu klub raksasa Spanyol, Barcelona. Namun sesampainya di Barcelona, ia gagal memberikan performa yang impresif dan kini ia sudah tidak dibutuhkan lagi di Camp Nou terlebih lagi sekarang Barcelona kedatangan Antoine Griezmann dari Atletico Madrid.

 

Oleh karena itu, sang pemain asal Brasil itu harus pindah ke klub lain. Coutinho pergi ke Bayern Munchen dengan status sebagai pemain pinjaman pada bursa transfer kemarin, dan kita dapat melihat penampilannya bermain di Allianz Arena selama satu musim penuh. Sebelumnya Liverpool sempat dikabarkan ingin membawa kembali Coutinho ke Anfield . namun seperti yang pernah diungkapkan oleh Jurgen Klopp selaku pelatih dari klub raksasa Inggris itu, kendala finansial membuat harapan The Reds tidak dapat dikabulkan.

Meskipun gagal memboyong Coutinho kembali, Liverpool tetap bisa mendapatkan sisi positif dari kepergian Philippe Coutinho, karena itu artinya peluang mereka untuk mendapatkan Bintang Bayer Leverkusen, Kai Havertz bisa semakin besar. Sebelumnya Bayern Munchen sempat memasukan Havertz kedalam daftar pembelanjaan mereka namun The Athletic melaporkan Bayern Munchen memiliki peluang untuk menjadikan Coutinho pemain permanent mereka sehingga ketertarikan mereka terhadap Harvertz akan semakin berkurang. Liverpool pun disebutkan akan mengejar tanda tangannya pada tahun 2020 nanti.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Liverpool sendiri tidak begitu aktif pada saat bursa transfer pemain berlangsung di musim panas kemarin, hal itu dikarenakan banyaknya pengeluaran yang dilakukan oleh The Reds pada 2018 yang lalu sehingga membuat mereka dalam kendala finansial , Seperti yang diketahui Liverpool membeli Virgil Van Dijik untuk mengisi lini belakang mereka yang keropos dengan harga 75Juta Pounds. setelah beberapa bulan kemudian mereka kembali mengeluarkan 165juta Pounds untuk membeli 4 pemain ke dalam klub mereka, salah satunya yakni Alisson sang kipper asal Brasil yang dibeli dari As Roma untuk menggantikan Loris Karius.